Kuantan Singingi, AuraPos.id – Prestasi tidak lahir hanya dari kepiawaian seorang qari atau qariah ketika berdiri di atas mimbar. Di balik setiap lantunan ayat suci yang memukau dewan hakim, ada kerja sama, doa, dan perhatian yang terus mengalir tanpa henti dari orang-orang yang berada di belakang layar.
Suasana itulah yang mewarnai hari kedua pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (29/6/2026). Bagi Kafilah Kabupaten Kampar, hari itu bukan sekadar lanjutan perlombaan, melainkan momentum memperlihatkan bahwa kekompakan adalah kekuatan terbesar dalam sebuah perjuangan.
Sejak pagi, Koordinator Kafilah Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.AP, tidak memilih menunggu laporan dari posko. Ia justru menyusuri satu demi satu arena perlombaan untuk menyapa para peserta yang akan tampil membawa nama Kabupaten Kampar.
Langkahnya mengantarkan semangat ke berbagai lokasi pertandingan. Di Masjid Al Jihad Koto Taluk, ia menemui peserta cabang Tahfiz 10 Juz Puteri. Dari sana, ia bergerak menuju Astaka Utama untuk memberikan dukungan kepada peserta Tilawah Anak-anak Puteri. Perjalanan kemudian berlanjut ke arena cabang Hadis 500 Putera dan beberapa lokasi perlombaan lainnya.
Setiap pertemuan berlangsung sederhana. Ada senyum yang dibagikan, ada sapaan hangat, ada doa yang dipanjatkan, dan ada keyakinan yang terus ditanamkan agar para qari dan qariah tampil tanpa rasa takut. Sebab, sering kali semangat yang diberikan beberapa menit sebelum tampil mampu menjadi energi yang menguatkan mental seorang peserta.
Bagi Zulfaimar, seluruh peserta adalah putra-putri terbaik Kampar yang telah melewati proses panjang sebelum berdiri di panggung MTQ tingkat provinsi. Karena itu, mereka tidak boleh merasa berjuang sendirian.
“Kami berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal dengan penuh semangat dan percaya diri. Panitia, official, dan pelatih akan selalu hadir mendampingi serta membantu mereka agar lebih tenang dan semakin bersemangat dalam berlomba,” ujarnya.
Kehadiran para official di setiap arena bukan sekadar menjalankan tugas organisasi. Mereka menjadi keluarga kedua bagi para peserta, memastikan setiap kebutuhan terpenuhi, mulai dari mobilitas menuju lokasi lomba, konsumsi, hingga dukungan moril menjelang penampilan.
Di tengah ketatnya persaingan MTQ, Kafilah Kampar menunjukkan bahwa prestasi dibangun melalui kebersamaan. Ketika peserta fokus menampilkan kemampuan terbaiknya, pelatih mengasah kualitas, official mengatur kebutuhan teknis, dan panitia memastikan seluruh proses berjalan lancar, maka lahirlah sebuah tim yang saling menguatkan.
Hari kedua MTQ di Negeri Jalur pun menjadi cermin bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan di atas panggung. Ia hadir dalam setiap langkah yang menyapa, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap tangan yang siap membantu. Dari kekompakan itulah, Kafilah Kampar menapaki jalan menuju prestasi, dengan harapan membawa pulang bukan hanya kemenangan, tetapi juga kebanggaan bagi Negeri Serambi Mekkah Provinsi Riau.
Ditulis Oleh: Adi Jondri Putra

