BANGKINANG, AuraPos.id — Suasana Masjid Al Kiram, Bangkinang, Minggu (25/1/2026) pagi itu terasa berbeda. Ratusan calon jemaah haji tampak khusyuk menyimak setiap penjelasan yang disampaikan pembimbing. Dengan wajah penuh harap, mereka mengikuti manasik haji yang digelar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) CORDOVA Kabupaten Kampar sebagai bekal menuju Tanah Suci pada musim haji 2026 mendatang.
Sekitar 170 calon jemaah haji antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hari. Manasik ini menjadi langkah awal mempersiapkan diri, bukan hanya secara teknis ibadah, tetapi juga secara mental dan spiritual, agar perjalanan suci nantinya berjalan lancar dan bermakna.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan keimanan yang menuntut kesiapan menyeluruh.
“Penguasaan ilmu manasik menjadi kunci utama agar jemaah mandiri dalam beribadah. Namun, kesiapan fisik dan mental juga tidak kalah penting, karena ibadah haji membutuhkan energi, kesabaran, dan ketahanan diri,” ujarnya di hadapan para peserta.
Dirhamsyah juga mengajak calon jemaah menanamkan pola pikir positif sejak dini. Menurutnya, sikap optimistis dan sabar akan sangat membantu jemaah dalam menghadapi berbagai dinamika selama berada di Arab Saudi, mulai dari cuaca, kepadatan jemaah, hingga perbedaan budaya.
Lebih dari itu, ia menekankan agar ibadah haji dipandang sebagai perjalanan spiritual yang menyenangkan. “Jangan jadikan haji sebagai beban. Nikmati setiap prosesnya dengan rasa syukur, karena tidak semua orang mendapat kesempatan istimewa ini,” pesannya.
Sementara itu, Ketua KBIHU CORDOVA Kabupaten Kampar, H. Usman Wali, SE., MH, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian manasik haji dapat memberikan manfaat nyata bagi jemaah. Ia menekankan pentingnya pemahaman praktis, lengkap, dan benar dalam pelaksanaan ibadah haji.
“Kami berharap jamaah benar-benar memahami manasik secara menyeluruh, sehingga ibadah haji dapat dilaksanakan dengan khusyuk, lancar, dan sah, serta mampu mencapai kemabruran,” ujar Usman Wali kepada wartawan.
Kegiatan manasik haji ini berlangsung lancar dan interaktif, ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pembimbing. Antusiasme jemaah menjadi gambaran semangat dan kesungguhan mereka dalam mempersiapkan diri menyambut panggilan suci ke Baitullah.
Dengan bekal manasik yang matang, para calon jemaah haji Kampar diharapkan siap menapaki perjalanan spiritual yang tidak hanya menuntut fisik, tetapi juga menguatkan keimanan dan keikhlasan, ungkap Usman Wali.(***)

