Bangkinang Kota, AuraPos.id– Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kerusakan lingkungan, semangat menjaga alam terus tumbuh dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui program penghijauan yang menjadi implementasi gerakan ekoteologi yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ini mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Kabupaten Kampar, H. Ahmad Taridi.
Dukungan tersebut disampaikan Ahmad Taridi saat menerima audiensi Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) Kabupaten Kampar, Adi Jondri Putra, bersama panitia pelaksana kegiatan penghijauan sinergitas KPL Kampar dan Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, pembicaraan tidak hanya berfokus pada persiapan teknis kegiatan penghijauan yang akan dilaksanakan di Desa Salo pada awal Juli 2026 mendatang, tetapi juga menyentuh pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap tanggung jawab menjaga lingkungan hidup.
Menurut Ahmad Taridi, upaya pelestarian lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus menjadi bagian dari kesadaran umat dan masyarakat luas. Ia menilai gerakan penghijauan yang dipadukan dengan pendekatan keagamaan melalui program ekoteologi merupakan langkah strategis dalam membangun kepedulian terhadap alam.
“Alam dan lingkungan harus kita jaga untuk masa depan anak cucu kita,” ungkap Taridi.
Ia menambahkan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya dibebankan kepada pemerintah. Berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi dan komunitas lingkungan, memiliki peran penting dalam menggerakkan kesadaran dan aksi nyata di tengah masyarakat.
Karena itu, keberadaan Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar dinilainya sebagai salah satu mitra strategis dalam mendukung upaya pelestarian alam. Ia berharap KPL Kampar terus menunjukkan konsistensi dalam menjalankan berbagai program lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami akan selalu mendukung program-program lingkungan sesuai dengan kapasitas kami yang diamanahkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Bagi panitia pelaksana, dukungan dari pimpinan legislatif daerah tersebut menjadi suntikan semangat tersendiri. Sekretaris panitia kegiatan, Riki Arfandi, didampingi Emi Marlina dan Nurfitri, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Ketua DPRD Kampar terhadap rencana kegiatan penghijauan tersebut.
Menurutnya, kegiatan yang akan dilaksanakan di Desa Salo bukan hanya sekadar menanam pohon, tetapi juga menjadi media edukasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
Riki menegaskan bahwa berbagai masukan dan arahan yang disampaikan Ketua DPRD Kampar akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pedoman bagi panitia dalam menyukseskan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat tersebut.
“Masukan dan saran dari Ketua DPRD Kampar akan menjadi perhatian bagi kami guna memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Riki.
Melalui sinergi antara komunitas lingkungan, penyuluh agama, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat, kegiatan penghijauan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari. Lebih dari sekadar menanam pohon, gerakan ini juga menjadi ikhtiar bersama untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.(***)

