Gunung Sahilan, aurapos.id — Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di arena utama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026 di Kecamatan Gunung Sahilan, Senin malam (12/10/2026). Suasana religius menyelimuti arena ketika para qari dan qariah terbaik tampil mempersembahkan kemampuan mereka dalam cabang Tilawah Dewasa.
Bukan sekadar suara merdu yang terdengar, setiap ayat yang dilantunkan membawa pesan ketuhanan, mengetuk hati, dan mengingatkan masyarakat bahwa di tengah kesibukan kehidupan, selalu ada jalan untuk kembali mendekat kepada Allah Azza wa Jalla.
Malam ini, sebanyak 11 qari dan qariah cabang Tilawah Dewasa tampil secara bergantian di hadapan dewan hakim dan masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya perlombaan. Mereka tidak hanya mempersembahkan kemampuan terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan besar membumikan Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.
Setiap lantunan ayat adalah syiar. Setiap langkah peserta merupakan buah perjuangan. Dan setiap masyarakat yang hadir menyaksikan menjadi bagian dari upaya menghidupkan kecintaan terhadap Kalamullah.
Melalui media, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.A.P., mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya masyarakat Kecamatan Gunung Sahilan, untuk hadir dan menyaksikan secara langsung penampilan para qari dan qariah yang sedang berlangsung.
Menurutnya, kehadiran masyarakat bukan semata-mata untuk menyaksikan sebuah perlombaan, melainkan juga bentuk dukungan moral kepada para peserta sekaligus wujud nyata partisipasi masyarakat dalam menghidupkan syiar Islam.
“Mari kita ramaikan arena MTQ dan saksikan bersama penampilan para qari dan qariah terbaik kita. Kehadiran masyarakat menjadi salah satu bukti konkret bahwa Kabupaten Kampar benar-benar layak disebut sebagai negeri Serambi Mekkah Provinsi Riau,” demikian pesan Zulfaimar.
Ajakan tersebut sederhana, tetapi menyimpan makna yang mendalam. Sebuah daerah tidak hanya dikenal karena pembangunan fisiknya, tetapi juga karena kehidupan masyarakatnya yang dekat dengan nilai-nilai agama, mencintai Al-Qur’an, memuliakan para pembacanya, serta menjadikan Kalamullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
MTQ bukan sekadar tentang siapa yang meraih gelar juara. Lebih dari itu, MTQ merupakan momentum untuk mempertemukan masyarakat dengan Al-Qur’an, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci, dan memperkuat semangat membangun kehidupan yang berlandaskan iman serta ketakwaan.
Di arena utama malam ini, perjuangan para qari dan qariah sedang berlangsung. Di balik setiap penampilan, ada latihan, kesungguhan, doa, dan harapan untuk memberikan yang terbaik. Dukungan masyarakat menjadi energi tersendiri bagi para peserta yang tengah berjuang melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh penghayatan.
Karena itu, masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya Kecamatan Gunung Sahilan, diajak untuk turut meramaikan arena MTQ, memberikan dukungan, serta menjadikan momentum ini sebagai kesempatan memperkuat kebersamaan dalam syiar Islam.
Mari jadikan Gunung Sahilan bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya perlombaan, tetapi juga sebagai panggung besar kebangkitan syiar Islam di Kabupaten Kampar.
Biarkan malam ini Al-Qur’an terus menggema dari Gunung Sahilan. Biarkan lantunan ayat-ayat suci menyentuh hati dan memenuhi ruang kehidupan masyarakat. Semoga dari momentum MTQ ini tumbuh generasi Kampar yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, semakin kuat imannya, semakin mulia akhlaknya, serta semakin teguh membangun negeri dengan nilai-nilai Islam.
Sebab, ketika Al-Qur’an hidup di tengah masyarakat, cahaya kebaikan akan terus menyala. Dan ketika masyarakat bersama-sama memuliakan Kalamullah, di sanalah harapan untuk mewujudkan Kabupaten Kampar yang religius, harmonis, dan bermartabat semakin menemukan jalannya, ungkap Zulfaimar. (***)

