KUA Salo Bina Karakter Santri Lewat Program BRUS di Ponpes Insan Cendekia

Salo, AuraPos.id – Di tengah derasnya arus pergaulan dan tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini, upaya membangun karakter remaja terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salo di Pondok Pesantren Terpadu Insan Cendekia Desa Salo, Kabupaten Kampar.

Suasana hangat dan penuh antusias tampak menyelimuti aula pondok pesantren saat para santri mengikuti kegiatan penyuluhan yang dipandu langsung oleh jajaran penyuluh agama KUA Kecamatan Salo. Dengan pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan dunia remaja, para santri diajak memahami berbagai persoalan yang kerap mengintai generasi muda, mulai dari pernikahan dini, perilaku bullying, bahaya penyalahgunaan narkoba hingga kenakalan remaja lainnya.

Kepala KUA Kecamatan Salo, Zulfahmi, S.Ag., M.A., Senin, (18/05/2026) di Ponpes Insan Cendekia Salo menegaskan, bahwa program BRUS merupakan bagian dari implementasi Asta Cita atau delapan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak.

Menurutnya, remaja saat ini membutuhkan pendampingan dan penguatan mental spiritual agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

“Melalui BRUS ini, kita ingin membentuk remaja yang berkarakter, beriman, bertaqwa, dan berakhlak baik. Selain itu, program ini juga bertujuan mencegah kenakalan remaja serta mencegah pernikahan dini,” ungkap Zulfahmi di hadapan para santri.

Ia menjelaskan, BRUS tidak hanya sekadar penyuluhan biasa, tetapi juga menjadi sarana pembinaan untuk memperkuat ketahanan mental dan spiritual generasi muda. Harapannya, para siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Terpadu Insan Cendekia Salo, Muslim, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian KUA Kecamatan Salo terhadap pembinaan para santri.

Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.

“Kami berharap para santri dapat menyimak dan memahami seluruh materi yang disampaikan. Ini sangat penting sebagai bekal dalam pembentukan karakter dan kepribadian yang baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh penyuluh agama KUA Kecamatan Salo turut dilibatkan untuk memberikan materi sesuai bidang masing-masing. Mereka adalah Gusmiwati, Zamhasri, Nurjalal, serta Adi Jondri Putra.

Melalui kegiatan BRUS, KUA Kecamatan Salo berharap para santri tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan agama, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi tantangan sosial dengan bijak, sehingga mampu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.(***)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *