Dari Jantung Kota Bangkinang, Doa Mengiringi Langkah Kafilah Kampar Menuju Negeri Jalur

Usai azan Subuh berkumandang pada Jumat pagi, 26 Juni 2026, suasana di jantung Kota Bangkinang tampak berbeda dari biasanya. Udara pagi yang masih sejuk perlahan dipecah oleh deru mesin beberapa bus pariwisata yang berjejer rapi di sepanjang Jalan DI Panjaitan. Di depan iring-iringan, sebuah mobil patroli pengawal dari Polres Kampar telah bersiap memimpin perjalanan, sementara sebuah ambulans dengan perlengkapan medis lengkap turut mengawal sebagai bentuk kesiapsiagaan.

Pemandangan itu bukanlah keberangkatan wisata biasa. Di balik koper-koper yang tersusun rapi dan wajah-wajah yang penuh harap, tersimpan sebuah amanah besar. Sebanyak 72 qari dan qariah terbaik Kabupaten Kampar, didampingi dua pendamping cabang cacat netra (Canet), akan berangkat menuju Kabupaten Kuantan Singingi untuk mengemban nama daerah pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau.

Sejak pagi, para koordinator kafilah, panitia, dan official tampak sibuk memastikan seluruh peserta telah hadir beserta perlengkapan yang dibutuhkan. Satu demi satu peserta menaiki bus dengan penuh semangat. Ada yang tersenyum, ada yang sesekali menatap langit, seolah menyelipkan doa agar perjalanan dan perjuangan mereka dimudahkan Allah SWT.

Di tengah kesibukan itu, Koordinator Kafilah Kabupaten Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.AP., tetap terlihat tenang dan penuh optimisme. Baginya, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan menuju arena perlombaan, tetapi puncak dari proses panjang pembinaan yang telah dilalui para peserta.

“Kami optimistis dengan kemampuan yang dimiliki para qari dan qariah Kabupaten Kampar. Seluruh rangkaian persiapan telah kami laksanakan. Kini saatnya mereka tampil membuktikan hasil latihan dan ikhtiar yang selama ini dijalani,” ujarnya.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Sejak berakhirnya MTQ ke-54 tingkat Kabupaten Kampar pada November 2025, LPTQ Kabupaten Kampar langsung melakukan pembinaan berkelanjutan. Setiap Sabtu dan Minggu, para peserta mengikuti latihan rutin di Gedung LPTQ Kabupaten Kampar bersama para pelatih. Menjelang keberangkatan, seluruh peserta juga mengikuti Training Center (TC) secara intensif dengan sistem karantina di Hotel Bangkinang Baru agar lebih fokus mempersiapkan diri.

Bagi mereka, MTQ bukan hanya tentang mengejar gelar juara. Lebih dari itu, ajang ini menjadi media syiar Al-Qur’an, membentuk karakter generasi Qur’ani, serta menghadirkan duta-duta terbaik yang membawa nama baik Kabupaten Kampar di tingkat Provinsi Riau.

Menutup keterangannya, Zulfaimar mengajak seluruh masyarakat Kampar untuk bersama-sama memberikan dukungan dan doa.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Kampar. Semoga dukungan itu menjadi penyemangat bagi para qari dan qariah untuk tampil maksimal. Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, kemudahan, serta meridhai setiap ikhtiar yang kita lakukan sehingga Kabupaten Kampar memperoleh hasil terbaik,” harapnya.

Di pagi yang penuh berkah itu, ketika iring-iringan bus mulai meninggalkan Kota Bangkinang menuju Negeri Jalur, bukan hanya para peserta yang berangkat. Bersama mereka turut mengalir harapan, doa, dan kebanggaan seluruh masyarakat Kampar. Semoga setiap ayat yang dilantunkan kelak menjadi saksi atas ikhtiar terbaik putra-putri daerah dalam mengharumkan nama Kabupaten Kampar di bumi Lancang Kuning.

Ditulis Oleh : Adi Jondri Putra

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *