BANGKINANG, AuraPos.id– Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Riau mengapresiasi konsistensi Aiza Chess Club dalam menggelar open turnamen catur sebagai bagian dari upaya mendorong pembinaan dan peningkatan prestasi atlet catur di daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Bidang Organisasi Percasi Provinsi Riau, Sudirman, saat menghadiri Open Turnamen Catur Aiza Chess Club dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-2 Aiza Chess Club, di Miso Rempah Bangkinang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, keberadaan turnamen sangat penting dalam proses pembinaan atlet. Sebab, latihan yang dilakukan secara rutin perlu diimbangi dengan kesempatan bertanding agar para atlet dapat menguji kemampuan sekaligus menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama latihan.
“Kami mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Inilah salah satu tonggak daripada pembinaan. Kalau atlet catur tidak disiapkan event, tentu mereka akan merasa jenuh setiap kali mengikuti latihan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, turnamen merupakan sarana bagi atlet untuk melampiaskan sekaligus menguji kemampuan dan ilmu catur yang telah dipelajari.
“Turnamen adalah sarana atlet untuk menerapkan ilmunya. Karena sekuat apa pun kita melakukan pembinaan, kalau ajang turnamennya tidak kita siapkan, tentu akan sulit melahirkan prestasi,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Aiza Chess Club, Angga Aria Putra, yang dinilai konsisten menyediakan ruang pertandingan bagi para pecatur.
Menurutnya, kegiatan yang digelar Aiza Chess Club dari waktu ke waktu menunjukkan antusiasme peserta yang terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga catur, khususnya di Kabupaten Kampar.
“Kegiatan yang dilakukan Pak Angga ini sudah kesekian kalinya dan selalu dihadiri peserta dengan grafik yang cukup meningkat. Event-event seperti ini memang kami harapkan terus muncul. Kami berharap akan lahir Angga-Angga baru yang sama-sama mau mengadakan event seperti ini,” ungkapnya.
Ia menilai, semakin banyak turnamen yang digelar klub-klub catur akan semakin besar pula peluang munculnya atlet-atlet potensial yang nantinya dapat membawa nama baik Kabupaten Kampar maupun Provinsi Riau.
“Kita berharap lahir dari event ini atlet-atlet yang bisa membawa nama baik daerah masing-masing, terutama Kampar dan terkhusus Provinsi Riau,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menilai antusiasme pecatur di Kabupaten Kampar cukup baik. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta asal Kampar yang mengikuti turnamen Aiza Chess Club.
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dijaga dan dikembangkan, terlebih Percasi Kampar saat ini berada dalam masa transisi kepengurusan sehingga diperlukan sinergi dari seluruh pihak untuk menjaga keberlangsungan pembinaan catur.
“Untuk Kampar sendiri antusiasnya cukup bagus. Peserta dari Kampar juga cukup banyak. Kami berharap ke depan event-event seperti ini bisa diperbanyak,” ujarnya.
Percasi Provinsi Riau, lanjutnya, siap memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengembangkan olahraga catur, baik melalui dukungan moral maupun mendorong dukungan lainnya sesuai kemampuan organisasi.
Ia juga mengajak seluruh komunitas, klub, atlet dan pecinta catur untuk bersama-sama mendukung setiap event yang diselenggarakan.
“Siapa pun yang mengadakan event, mari kita sama-sama dukung dan sama-sama mendaftar. Yang penting nama kita terdaftar dan kita ikut meramaikan. Kita harus saling bersinergi dan saling berkontribusi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti potensi olahraga catur sebagai salah satu sarana pembentukan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, catur tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual, tetapi juga melatih kecerdasan emosional, konsentrasi, kesabaran dan kemampuan mengambil keputusan.
“Catur ini membutuhkan kecerdasan intelektual dan juga kecerdasan emosional. Tidak sembarang orang bisa bermain catur dengan baik,” jelasnya.
Ia bahkan menyebutkan bahwa banyak atlet catur yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi berkat prestasi yang mereka raih dari olahraga tersebut.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk tidak ragu mendukung anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang catur.
“Kalau memang ada anak yang berminat dan berbakat dalam catur, arahkan dan kembangkan di sini. Catur sekarang sudah bisa menjadi industri. Bisa melahirkan SDM baru dan bahkan orang-orang yang sukses dari catur,” katanya.
Ia menilai keberadaan turnamen seperti yang digelar Aiza Chess Club menjadi salah satu cara untuk menjaga minat generasi muda terhadap olahraga catur sekaligus menjauhkan mereka dari aktivitas yang kurang produktif.
“Dengan bermain catur, anak-anak bisa diarahkan kepada hal-hal yang positif. Ini juga menjadi salah satu wadah untuk membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir dan mengambil keputusan,” tuturnya.
Percasi Riau berharap konsistensi Aiza Chess Club dalam menggelar turnamen dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak atlet muda yang mendapatkan kesempatan bertanding, berkembang dan pada akhirnya mampu mengukir prestasi di tingkat daerah, nasional hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Aiza Chess Club, Angga Aria Putra, mengatakan Open Turnamen Catur yang digelar pihaknya mendapat sambutan cukup baik dari para pecatur, tidak hanya dari Kabupaten Kampar, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar Kampar bahkan luar Provinsi Riau.
“Peserta untuk Open Tournament Aiza Chess ini ada dari Kuansing, Pekanbaru, Sumatera Barat, Duri, bahkan ada juga beberapa peserta dari Medan yang datang ke sini,” ujar Angga.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan turnamen tersebut berawal dari keinginan untuk menghadirkan ruang kompetisi sekaligus memperkenalkan olahraga catur kepada masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, nama Aiza sendiri memiliki makna pantang menyerah. Semangat tersebut kemudian menjadi salah satu prinsip yang dibawa klub dalam menjalankan berbagai kegiatan catur.
“Pada Agustus 2025 kami membuat Open Turnamen pertama. Kemudian dari kegiatan itu dibentuklah Klub Aiza yang sudah terdata di Percasi Kampar. Setelah itu kami terus membuat event-event berikutnya,” jelasnya.
Sejak berdiri, Aiza Chess Club telah beberapa kali menggelar maupun terlibat dalam berbagai kegiatan catur di Kabupaten Kampar. Di antaranya turnamen di Ramayana yang telah digelar dua kali, kemudian menjadi panitia kegiatan di Desa Pulau Lawas.
Tidak hanya aktif menggelar turnamen di Kampar, Aiza Chess Club juga rutin mengikuti pertandingan di luar daerah, salah satunya berbagai kejuaraan di Pekanbaru.
“Kalau untuk pertandingan yang keluar, klub Aiza sudah sering ke Pekanbaru. Piala Panglima juga klub ini turun terus,” katanya.
Angga mengungkapkan, antusiasme peserta dalam Open Turnamen kali ini cukup tinggi, dengan jumlah peserta yang telah mendaftar dan melakukan pembayaran mencapai lebih dari 70 orang, meski sebagian peserta tidak dapat hadir tepat waktu sehingga panitia tetap menjalankan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Yang sudah mendaftar dan membayar sebenarnya lebih dari 70 orang. Namun karena komitmen waktu, kami tetap melaksanakan pembukaan sesuai jadwal,” ujarnya.
Sementara itu, peserta kategori anak-anak disebut mencapai sekitar 15 orang, sementara kategori senior diikuti sebanyak 45 peserta.
Menurut Angga, kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa olahraga catur di Kampar memiliki potensi untuk terus berkembang apabila didukung dengan penyelenggaraan event secara rutin.
Angga menegaskan Aiza Chess Club berkomitmen untuk terus eksis dan menggelar berbagai kegiatan catur di Kabupaten Kampar.
Ia berharap keberadaan turnamen dapat membuat masyarakat semakin memahami bahwa catur merupakan olahraga yang memiliki sistem pertandingan dan aturan yang harus dipahami para pemain.
“Kami berkomitmen untuk terus eksis dan melaksanakan kegiatan-kegiatan open tournament agar masyarakat mulai memahami olahraga catur. Selama ini mungkin masyarakat hanya mengetahui permainan catur secara klasik, tetapi dalam pertandingan resmi ada penggunaan jam dan sistem waktu yang menjadi bagian dari olahraga catur,” jelasnya.
Menurutnya, melalui turnamen, masyarakat juga dapat mengenal tata cara permainan, sistem kompetisi dan aturan resmi yang diterapkan dalam pertandingan catur.
“Mudah-mudahan dengan diadakannya turnamen ini masyarakat mengetahui bahwa olahraga catur itu teknisnya seperti ini. Kami memperkenalkan tata cara bermain dan tata cara kompetisinya. Sekaligus menunjukkan bahwa olahraga catur di Kampar itu ada,” katanya.
Angga juga mengungkapkan bahwa Aiza Chess Club telah memiliki dua orang Master Nasional yang siap membantu dalam pembinaan atlet.
Sebelumnya, pihaknya juga sempat merencanakan pembinaan catur di lingkungan sekolah. Namun, program tersebut belum dapat berjalan maksimal karena keterbatasan tempat dan status klub yang masih dalam tahap pengembangan.
“Kami sudah memiliki dua orang Master Nasional di Aiza Chess yang siap untuk melatih. Kemarin juga sempat ada rencana pembinaan di sekolah, tetapi karena tempat untuk melaksanakan sekolah catur belum efisien, sementara kami undur dulu,” ungkapnya.
Untuk memastikan pertandingan berjalan sesuai aturan, Open Turnamen Catur Aiza Chess Club kali ini dipimpin wasit nasional Hardian Anwar yang telah terdaftar sebagai wasit nasional.(***)

