BANGKINANG KOTA-Aurapos.id — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kampar mengapresiasi kegiatan bedah buku _Hadji Ismail Panglimo Caka_ yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar. Selasa (9/9/2026)
Buku karya Indra Yusneaydi ini mengangkat kisah perjuangan tokoh Kampar melawan kolonial Belanda.
Ketua KNPI Kampar, Yurnalis, menilai bedah buku ini penting untuk meningkatkan literasi masyarakat. Sekaligus menanamkan nilai sejarah dan karakter bangsa melalui kisah inspiratif para pejuang lokal.
“Dengan diangkatnya kisah pejuang dari Bangkinang ini, literasi masyarakat bisa naik. Ada penguatan karakter dan pelestarian sejarah di dalamnya,” ujar Yurnalis.
Menurutnya, Hadji Ismail Panglimo Caka adalah sosok yang menolak keras kompromi dengan Belanda. Ia berjuang mempertahankan kedaulatan wilayah V Koto Kampar, marwah bangsa, keluarga, dan harta benda dari penjajahan.
“Perjuangan beliau besar. Ini harus jadi pelajaran buat kita semua,” tambahnya.
Kampar Sulit Ditaklukkan
Yurnalis juga menyorot catatan sejarah perjuangan masyarakat Kampar yang termuat dalam buku _Dwars Door Sumatra_ karya Jan William Jzerman tahun 1895 dan catatan Tomi Diaz tahun 1864.
Dalam catatan itu disebutkan betapa sulitnya Belanda menaklukkan Kampar. Sebab masyarakat lokal melawan dengan gigih di bawah pimpinan tokoh-tokoh hebat.
Beberapa nama yang disebut antara lain Datuok Bandaro Sati Taiban, Gundalo Datuok Tabano, Panglima Caka, Datuok Bandaro Sati Latief, hingga Mahmud Marzuki.
“Kisah-kisah ini membuktikan Kampar punya sejarah panjang perlawanan terhadap penjajah,” kata Yurnalis.
Dorongan untuk Pemuda
Ia berharap lahirnya buku tentang pejuang Kampar ini bisa menambah rasa cinta tanah air. Sekaligus membakar semangat generasi muda untuk maju, mandiri, dan berinovasi.
“Jangan sampai kita lupa sejarah. Dari sejarah kita belajar, lalu bergerak membangun Kampar yang lebih baik,” pungkasnya.***

